Senin, 26 Mei 2014

Burung Maleo

Pernyataan Umum
Burung Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan sejenis burung langka yang berasal dari kerajaan vertebrata, filum chordata, kelas: aves (Burung), ordo galliformes, famili megapodiidae. Beberapa orang menyebut burung ini mirip dengan ayam. Namun burung Maleo tetaplah Burung Maleo, berbeda dengan ayam. Burung Maleo hanya bisa ditemukan di Pulau Sulawesi sehingga burung ini disebut dengan satwa endemik Sulawesi. Status hewan ini masuk dalam “hampir punah” oleh IUCN, sedangkan CITES memasukkan status burung ini dengan kategori  Appendix I. Burung maleo menjadi langka karena habitatnya terus terdesaknya hutan akibat penebangan liar ataupun banyaknya perburuan telur dan burung ini oleh manusia ataupun hewan predator seperti Elang,  Kucing, Babi Hutan (Sus sp), dan Biawak (Varanus sp). Namun untuk saat ini keberadaan dari burung ini sedikit terlindungi dari ancaman punah berkat adanya kerja sama antara Dinas Kehutanan Melalui Balai Taman Nasional Lore Lindu dan masyarakat setempat yang berhasil membuat tempat penangkarannya. Selain langka, burung ini ternyata unik karena anti poligami.
Anggota atau Aspek yang dilaporkan
Burung Maleo di Taman Nasional Lore Lindu memiliki ukuran tubuh yang tergolong sedang dengan panjang sekitar 55 cm. Burung Maleo memiliki bulu yang didominasi dengan warna hitam. Bulu disekitar perut berwarna putih dan terdapat berkas oren. Ada warna kuning pada kulit sekitar mata. Iris mata berwarna merah kecoklatan. Kaki berwarna abu-abu. Paruh berwarna jingga dan adanya warna merah muda yang agak putih pada bulu sisi bawah. Memiliki jambul yang keras atau tanduk yang berwarna hitam. Tonjolan ini hanya muncul pada saat burung maleo memasuki usia dewasa dan tidak akan bisa ditemukan pada saat burung masih anak-anak atau remaja. Tonjolan ini  diduga digunakan untuk mendeteksi panas bumi yang sesuai untuk menetaskan telurnya. Paruhnya kecil dan tidak panjang seperti paruh ayam. Panjangnya sekitar 5 cm dengan warna oren muda.
Ciri-ciri fisik antara jantan dan betina hampir sama hanya saja biasanya untuk burung yang betina memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan berwarna lebih kelam bila dibandingkan dengan burung maleo jantan. Hewan ini memiliki telur yang berukuran besar yaitu sekitar 250 gram atau lebih besar 5 kali daripada ukuran telur ayam kampung.
Sifat
Burung Maleo ini memiliki sifat yang setia kepada pasangannya dimana burung maleo hanya memiliki satu pasangan dalam hidupnya. Burung ini tidak akan bertelur lagi jika pasangannya telah mati.
Burung ini terlihat sehat terbukti dari gambarnya yang terlihat cerah dan burung itu yang masih bisa berdiri tegak dan segar dengan tanpa cacat di bagian tubuhnya.
Burung ini lebih memilih jalan kaki daripada terbang walaupun memiliki bulu yang cukup panjang pada bagian sayapnya.
Anak burung maleo yang berhasil mencapai permukaan mempunyai kemampuan untuk terbang serta mampu mencari makan sendiri tanpa bantuan dari induk. Maleo tidak akan mengerami telurnya. Telur burung maleo akan dikubur ke dalam pasir dengan kedalaman sekitar 50 cm yang biasanya berada di dekat sumber mata air panas. Setelah menimbun telur ke dalam pasir induk akan meninggalkan telur itu dan tidak akan pernah kembali lagi. Lamanya masa telur untuk menetas adalah sekitar 2 hingga 3 bulan dan suhu yang diperlukan adalah sekitar 32-35 derajat Celcius. Anak burung maleo yang baru menetas dari telur akan berusaha naik ke permukaan tanah dengan usahanya sendiri tanpa bantuan dari induk burung. Lamanya masa mencapai ke permukaan tanah tergantung dari jenis tanah, namun biasanya mencapai 2 hari. Jika anak burung maleo yang baru menetas tidak bisa naik ke permukaan selama 3 hari maka bisa dipastikan anak burung maleo tersebut mati.

Habitat
Populasi burung ini hanya bisa ditemukan di pulau Sulawesi. Burung maleo mempunyai populasi yang lebih banyak di Sulawesi Tenggara bila dibandingkan dengan daerah lain di pulau Sulawesi. Di Taman Nasional Lore Lindu ini populasi burung maleo diperkirakan hanya tersisa 320 ekor. Kandang Burung Maleo terlihat tidak begitu bersih namun terawat. Pagarnya terbuat dari … yang dilapisi … yang di bawahnya terbuat dari semen. Di pagarnya terdapat banner yang berisi identitas Burung Maleo. Di sekitar kandang banyak pepohonan yang cukup tinggi. Ada dua tempat minum di kandangnya. Di dalam kandangnya tidak terdapat tumbuahan satu pun. Di dalam kandang itu hanya terdapat satu burung maleo. Sehingga kandang itu termasuk kandang yang luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar